Pentingnya Inovasi Pemasaran di Era Digital

Seperti diketahui Covid-19 telah membawa perekonomian seluruh dunia terjerat dalam resesi termasuk Indonesia.  Ekonomi Indonesia dari momentum pertumbuhan yang cukup tinggi, dengan rata-rata 5% per tahunnya, dan merupakan yang ketiga tertinggi di antara negara-negara G20 pada akhir 2019, harus mengalami kontraksi. Pada kuartal I 2020 pertumbuhannya melambat ke +2,97%, lalu pada kuartal II menjadi -5,32%, yang terendah sejak krisis ekonomi 1998.   Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 terkontraksi sebesar 3,5 persen, mengalami perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya dan sejalan dengan proyeksi Kementerian PPN/Bappenas pada kisaran -2,7 s/d –3,6 (-3,0) persen (Bank Indonesia, 2020). 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya yaitu dengan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Keputusan pemerintah menerapkan PSBB sejak April 2020 berdampak luas dalam proses produksi, distribusi, dan kegiatan operasional lainnya yang pada akhirnya mengganggu kinerja perekonomian. Berbagai perubahan drastis dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat telah mengubah interaksi jual-beli di pasar. Beberapa industri mengalami keterpurukan yang sangat dalam, beberapa lainnya mendapat mendapat keuntungan dari musibah yang terjadi. Beberapa diantaranya yang mendapatkan keuntungan yaitu perusahaan-perusahaan yang menerapkan pemasaran berbasis digital seperti online shop. 

Kementrian Komunikasi dan Informatika mencatat aktivitas belanja online meningkat sampai 400 persen selama masa pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran pola kegiatan jual-beli yang tadinya dilakukan secara langsung, beralih ke sistem e-commerce. Di Indonesia sendiri e-commerce sudah ada sejak tahun 2000-an. Namun, pada tahun 2014 penggunaan e-commerce baru marak diminati masyarakat. Dibuktikan dengan banyaknya perusahan start-up di Indonesia, seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Shopee, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang salah satunya berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan. Sejak Corona menyebar dengan cepat, sebagian besar masyarakat enggan keluar rumah. Mereka takut berada di kerumunan sehingga memilih untuk membeli apa pun melalui online shop atau marketplace. Hal ini menyebabkan respon positif masyarakat dan beralih ke transaksi jual beli melalui e-commerce

Kemajuan teknologi dan keadaan dunia saat ini menuntut perusahaan-perusahaan melakukan inovasi pemasaran, di mana awalnya pemasaran dilakukan secara langsung dengan bertatap muka kini perusahaan harus menerapkan sistem pemasaran berbasis digital atau biasa disebut dengan e-commerce. Perusahaan perlu menyesuaikan strategi pemasarannya dengan keadaan saat ini untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan melakukan pemasaran digital, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh seperti pemasaran yang menggunaan teknologi informasi dan big data melalui artifical inteligence terbukti mampu memperpendek rantai komunikasi dari pemasar ke pengguna akhir sehingga jalur distribusi menjadi lebih pendek, penggunaan gudang penyimpanan makin hemat, tidak perlu melibatkan tenaga penjualan yang terlalu banyak, dan semakin mudah menentukan psikografis pelanggan dan jenis pronasi, termasuk cara beriklan dan penentuan inovasi produk atau jasa baru jika diperlukan. Selain menghemat biaya dan tenaga, pemasaran secara digital juga dapat memperluas area pasar hingga mancanegara, tidak hanya itu pemasaran digital juga dapat mencegah rantai penularan Covid-19. 

Perusahaan yang gagal melakukan inovasi terhadap strategi pemasaran mereka, dalam hal ini adalah startegi pemasaran berbasis digital, tentunya memiliki beberapa risiko yang harus dihadapi seperti kehilangan konsumen potensial, terancam tersapu oleh kompetitor, jangkauan tidak maksimal, dan kecepatan layanan yang terlalu lama. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan inovasi terhadap startegi pemasaran sesuai dengan perkemabangan zaman dan kebutuhan konsumen agar perusahaan tersebut mampu tumbuh dan bersaing. Serta bagi perusahaan yang telah memasuki area pemasaran digital, perusahaan tersebut dapat terus melakukan inovasi terhadap strategi pemasaran meraka agar perusahaan tersebut tetap berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. 


(Penulis: Maulina Yusfiani (18108020072))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berinovasi atau Mati

Pentingnya inovasi bagi masyarakat

Pentingnya Inovasi Bagi Masyarakat