INOVASI PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI
COVID 19 TAK MENGURANGI NIATKU UNTUK BELAJAR!
Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan harus dilakukan di rumah, bahkan tidak sedikit pula usaha yang terpaksa dihentikan sementara. Akibat dari pandemi ini menimbulkan perubahan yang sangat drastis dan terkesan mendadak dari setiap aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pada jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi seakan-akan “dipaksa” untuk beradaptasi dengan lingkungan, semua guru diharuskan melaksanakan kegiatan belajar jarak jauh/ daring yang ditetapkan pada tanggal 24 Maret 2020 sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya dalam memutuskan penyebaran Covid-19 di Indonesia (Mendikbud, 2020).perubahan drastis ini tentunya bukanlah hal yang mudah diterima oleh sebagian pihak, tetapi dalam kondisi seperti saat ini, hanya teknologi yang bisa menjembatani agar proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan tetap berlangsung. Oleh karena itu, Semua pihak harus mampu beradaptasi dengan pembelajaran daring ini.
Inovasi muncul karena suatu keadaan yang membuat seseorang menyelesaikan suatu permasalahan di lingkungan sekitarnya . Beberapa tujuan inovasi pendidikan di Indonesia yaitu: 1) mengejar ketertinggalan berbagai kemajuan IPTEK; 2) berusaha menyelenggarakan pendidikan secara merata dan adil; dan 3) mereformasi sistem pendidikan Indonesia agar lebih efektif, efesien, dan menghasilkan output yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masayarakat dimasa mendatang, dan lain sebagainya.
Inovasi
pembelajaran merupakan solusi yang perlu didesain dan dilaksanakan oleh guru
dengan memaksimalkan media daring. Guru dapat melakukan pembelajaran
menggunakan metode E-Learning, yaitu pembelajaran memanfaatkan teknologi
informasi (TI) dan komunikasi. Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan
melalui perangkat komputer (PC) atau laptop yang terhubung koneksi
internet. Guru pun bisa melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama dengan
menggunakan grup di media sosial, seperti Whatsapp (WA), Telegram, aplikasi
Zoom ataupun media sosial lainnya. Saat inilah, guru dituntut mampu menggunakan
TI yang selanjutnya diimplementasikan dalam proses belajar.
Adapun yang harus diperhatikan oleh guru dalam memberikan materi pembelajaran dalam menghadapi pandemic covid 19 adalah dengan pembiasaan sehari hari, maksudnya adalah dengan kegatan yang dilakukan para peserta didik disetiap harinya. Selain itu juga belajar mengenai kecakapan hidup (lifeskill), tak lupa juga Mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan seni kepada peserta didik dapat dilakukan oleh guru dengan memberikan tugas. Misalnya, peserta didik menghafalkan surah-surah pendek dari Al-Qur’an, belajar membaca Al-Qur’an, menulis dengan huruf Arab, salat berjamaah, dan kegiatan ibadah lain dalam pembiasaan.
Sejauh ini, penerapan pembelajaran daring masih terkendala banyak hal, baik dari kompetensi guru, orang tua maupun infrastruktur pendukung. Masih banyak orang tua yang tidak mempunyai gawai yang memadai. Akibatnya, anak kesulitan mengerjakan tugas dari gurunya. Namun demikian, masih banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru agar peserta didik tetap mendapatkan haknya. Sehingga, inovasi pembelajaran harus lebih fleksibel disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan letak geografis tempat tinggal peserta didik. Dengan berbagai inovasi pembelajaran ini, diharapkan guru tetap semangat menerapkan pembelajaran daring.


Komentar
Posting Komentar